Tips Memotret Foto Underwater ala Fotografer Profesional

Memotret photo underwater
Jenna Martin ialah seorang fotografer profesional di bidang
underwater dan fine art yang tinggal di Billing, Montana. Setelah mendapatkan
gelar Master di jurusan Rehabilitasi Psikiatri, ia kemudian membuat perubahan
yang cukup drastis dengan beralih sebagai fotografer.
Jenna sendiri, telah
menggeluti profesi sebagai fotografer selama dua tahun terakhir, dan kini ia
telah cukup dikenal dengan karya-karyanya di situs sharing foto iso500px.
Selain
mengunggah fotonya, Jenna juga berkesempatan untuk berbagi pengalamannya selama
memotret di bawah air seperti dilansir iso500px, Rabu (6/7/2016),berikut tips memotret foto underwater dari Jenna Martin.
Memiliki
Pikiran Terbuka
Segalanya berbeda saat berada di dalam air. Contohnya
pencahayaan yang mengikuti pola dan dasar-dasar yang berbeda. Pencahayan di
dalam air membutuhkan 6 kali lebih cepat dibandingkan di daratan. Selain itu
karena sinyal radio memiliki risiko besar di dalam air, pencahayaan biasanya
membutuhkan cahaya lebih konstan, menyebar, dan lampu kilat yang terkoneksi
dengan kamera.
Selain itu, model yang menjadi objek pemotretan juga harus bisa
beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki gravitasi rendah dan pakaian yang
digunakan pun bisa jadi tampak tidak seperti yang diinginkan saat berada di
dalam air, sehingga membutuhkan pikiran yang terbuka bagaimana cara untuk
menghadapi situasi seperti itu.
Memilih Pelindung yang Tepat
Untuk merasa
nyaman saat berada di bawah air, diperlukan housing yang benar-benar bisa
melindungi kamera dari kebocoran. Pilihlah housing yang benar-benar ditujukan
untuk memotret bukan untuk melakukan perekaman video. Menyewa perangkat yang
tahan air mungkin menjadi salah satu solusi seperti kamera aksi GoPro.
Tidak
Semua Air Sama
Kamera melihat cahaya secara berbeda dari yang kita lihat. Kolam
renang yang berkapori mungkin akan terlihat jernih di mata kita, namun hal itu
terlihat buram di lensa kamera. Sehingga jika saat Anda memotret memotret di
dalam air yang jernih, namun terlihat buram saat melihat hasilnya, kemungkinan
air tersebut mengandung bahan kimiawi. Menurut Jenna, ia akan menghindari kolam
renang yang mengandung kaporit, dan lebih memilih tempat seperti danau, laut,
dan kolan air asin yang tentunya jernih.
Berkreasi dengan Lensa
Wide Meski
memiliki distorsi, namun menurut Jenna, tidak ada salahnya dengan mematahkan
aturan tersebut. Ia mengakui biasa menggunakan lensa dengan jarak 25 mm
sehingga bisa mendapatkan objek secara keseluruhan. Selain itu untuk mendapatan
background berwarna hitam pekat, ia menggunakan lensa lebar 8 mm dan untuk
portrait close-up, Jenna menggunakan lensa di rentang 40 – 50 mm. Sebagai
tambahan ia juga memiliki lensa 85 mm yang digunakannya untuk memotret foto
underwater.
Belajar Tenggelam
Salah satu faktor terpenting dalam foto
underwater ialah bagaimana untuk berada di bawah air, terutama bagaimana cara
untuk bernafas. Menurut Jenna, kunci dalam menyelam di dalam air ialah dengan
tidak menahan nafas, namun mengeluarkan seluruh udara. Sebab, semakin sedikit
udara yang dimiliki, semakin mudah untuk bermanuver ke dalam air.
Meskipun terdenga cukup sulit, namun hal itu
akan terbiasa seiring dengan banyaknya latihan. Namun jika merasa kesulitan,
bisa dengan memakai alat bantu seperti perlengkapan menyelam.
Bersabar dengan
Model

Photo Gayaphoto.com
Melakukan pemotretan di bawah air cukup sulit bagi model. Selain karena
kondisinya yang berbeda dan menantang, seorang model juga dituntut untuk
berpose sebagus mungkin di dalam air. Bagi model yang baru mengawali pemotretan
di kondisi seperti ini, biasanya akan memiliki ekspresi yang kurang
menyenangkan saat di bawah air.
Untuk itu diperlukan waktu untuk memberikan
gambaran mengenai pemotretan yang akan dilakukan. Jenna sendiri biasanya memberikan
arahan mengenai pose yang akan diperagakan oleh model saat berada di daratan.
Sehingga ketika di dalam air, model telah mendapatkan skenario dan siap untuk
meragakan pose-pose yag diperlukan.
Belajar Memoret dengan Cepat
Meski kondisi
air tidak memiliki suhu yang cukup dingin, namun jika dilakukan selama beberapa
waktu, akan merubah tekstur kulit dan make-up model. Terutama dapat menyebabkan
tampilan wajah yang pucat. Untuk itu, fotografer dituntut dapat melakukannya
dengan cepat sehingga sangat penting untuk mempersiapkan segala sesuatunya
sebelum masuk ke dalam air.
Karena setiap pemotretan di dalam air membutuhkan
waktu yang singkat, maka Jenna menyarankan agar seorang fotografer untuk
melakukan proses post-editing. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan
membuat foto tampak lebih baik. Sebab di dalam air, fotografer tidak mungkin
untuk memeriksa setiap hasil pemotretannya.
loading...
Post a Comment