jadi sebenarnya bumi itu bulat atau datar? ini jawabannya
Bulat atau Datar
Gara-gara media sosial, pemahaman bahwa Bumi berbentuk datar
tumbuh kembali layaknya keyakinan kuno yang lahir kembali. Di Youtube, sejumlah
akun - diantaranya TigerDan925 - mengunggah video penjelasan tentang Bumi datar
beserta argumen-argumennya.
Sementara di Facebook, terdapat sejumlah komunitas -
diantaranya The Flat Earth Society - yang beranggotakan orang-orang yang
percaya bahwa Bumi datar. Di Twitter, ada akun @FlatEarthID dengan sejumlah
informasi tentang pandangan Bumi datar.
Kadang kenyataan memang tak seperti yang kita bayangkan atau kita harapkan. Contohnya, Portugal juara Euro 2016. Damn!
Sepintas hal itu nggak dapat dipercaya. Tapi terkadang juga
tebersit pikiran "Jadi Bumi itu bulat atau datar sih?"
Well, manusia sudah memiliki citra Bumi sebagai kelereng
biru, memotret Bumi daari saturnus sebagai "Pale Blue Dot", dan
mengirim New Horizon ke tepian Tata Surya. Tapi masih ada orang yang percaya
Bumi datar.
Kenapa ya?
Orang-orang yang memercayai Bumi datar intinya menolak semua
perkembangan ilmu pengetahuan yang telah dicapai berabad-abad.
Mereka menganggap pendaratan Neil Armstrong di Bulan hoax.
Mereka menganggap satelit sebenarnya nggak pernah ada. Mereka percaya bahwa
Matahari jaraknya hanya 4.000 kilometer.
Alasannya?
Tulisan VICE.com pada 2014 mengungkap, mereka yang meyakini
bahwa Bumi datar percaya bahwa matahari selalu berada di Tropic Cancer dan
Capricorn, yang berarti jaraknya kurang dari 5.000 kilometer dari Bumi.
Mereka juga meyakini bahwa Bumi begitu spesial sehingga
walaupun banyak benda langit berbentuk bulat, Bumi berbentuk datar layaknya
piringan.
Bukti Bumi datar menurut orang-orang yang meyakininya bisa
diketahui saat terbang dengan pesawat.
Horizon line always rises up to meet the eye-level of the observer and remains perfectly flat. #flatearth
Penumpang selalu diberitahu bahwa pesawat terbang dengan
ketinggian tetap setelah stabil di udara. Menurut pemercaya Bumi datar, kalo
Bumi bulat, seharusnya ketinggian terbang tak pernah tetap.
Tapi, hal ini dibantah dan hanya mengada-ngada. Profesor
astrofisika dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
mengatakan bahwa pandangan Bumi datar terlalu mengada-ada.
"Itu pseudosains," katanya.
"Orang-orang awam memercayainya karena seolah-olah
pandangan itu ilmiah padahal sebenarnya
nggak ada dasarnya sama sekali," imbuhnya ketika dihubungi Kompas.com,
Senin (11/7).
Ini sejumlah bukti bahwa Bumi berbentuk bulat, bukan datar.
Orang-orang yang percaya Bumi datar meyakini bahwa Kutub
Selatan adalah dinding yang tak mungkin ditembus.
"Nyatanya, pernah ada penerbangan yang melewati kutub
selatan, dari Afrika Selatan ke Selandia Baru. Kalau Kutub Selatan dinding yang
tak bisa ditembus, tak mungkin ada penerbangan itu," jelasnya.
Penerbangan melewati kutub selatan kini tak diminati sebab
alasan teknis terkait suhu dingin.
Pandangan bahwa satelit adalah kebohongan belaka juga kurang
berdasar. Nyatanya, komunikasi manusia saat ini berbasis satelit. Demikian pula
keyakinan bahwa Matahari berjarak 4.000 kilometer dari Bumi.
"Suhu Matahari mencapai 6.000 derajat celsius. Kalau jarak
Matahari sedekat itu, maka kita akan tersiksa dan terbakar oleh radiasi dan
panas," ungkap Thomas.
Ketinggian terbang pesawat yang tetap pun sebenarnya bisa
dijelaskan. Ketinggian terbang pesawat diukur secara relatif terhadap permukaan
Bumi. Ukuran Bumi yang besar membuat kelengkungan Bumi nggak begitu dirasakan.
"Kalo kita menjadi pilot, kita akan mampu
membuktikannya," kata Thomas.
"Kalau Bumi datar, maka dari atas kita bisa menatap
daerah mana pun termasuk kutub selatan. Kenyataannya, pandangan kita tetap
terbatas."
Sunset
Senja juga membuktikannya
Pembuktian bahwa Bumi bulat bisa dilakukan dengan cara
sederhana lho. Banyak orang berburu pemandangan senja kala liburan. Pemandangan
senja itu bisa menjadi bukti bahwa Bumi bulat.
Saat menatap senja, manusia akan melihat garis khayal yang
membatasi pandangan. Matahari akan tenggelam di garis yang disebut horison itu.
Kalo Bumi datar, garis yang seolah-olah mempertemukan langit
dan permukaan Bumi itu takkan ada. Kalo ada kapal berlayar di lautan, manusia
takkan melihat kapal itu hilang perlahan dan per bagian ketika bergerak menjauh
kalo saja Bumi datar.
"Kalo kapal itu mendekat, kita taakkan menyaksikan
asapnya dahulu, baru bagian kapal secara keseluruhan, tetapi langsung
semuanya," kata Thomas.
Jadi, masih mau percaya Bumi datar?
loading...
Bumi Datar
Vrill












Post a Comment