10 Tindakan Medis 'Bar-bar' yang Masih Diterapkan Hingga Saat ini
10 proses pengobatan bar-bar di masa lalu tersebut terbukti
efektif dan masih digunakan dalam bidang kedokteraan hingga saat ini
Seiring dengan berkembangnya teknologi dunia medis, kini
semakin banyak metode pengobatan yang lebih 'ramah' dan 'tidak menyakitkan'.
Para dokter juga akan mencoba menenangkan pasien mereka
terlebih dahulu sebelum melakukan pengobatan. Tak jarang bahkan menggunakan
obat penenang.
Namun, pernahkah terpikir oleh Anda seperti apa kira-kira
metode pengobatan di zaman ketika alat-alat medis modern belum ditemukan. Dan
apakah metode penyembuhan kuno itu masih digunakan hingga masa sekarang?
Seperti yang dikutip dari Listverse.com, Kamis
(14/7/2016), ternyata masih ada beberapa cara pengobatan 'bar-bar' dari masa
lalu yang masih dipraktikkan hingga sekarang.
Berikut selengkapnya 10 metode pengobatan 'bar-bar' itu:
1.Pengikisan Rahim
Bidang ilmu kebidanan dan kandungan diduga merupakan sektor
pengobatan yang paling 'berdarah' dalam dunia medis. Dulunya, kebanyakan
perempuan harus menjalani proses pengikisan rahim atau currettage. Umumnya, ini
diakibatkan oleh masalah rahim seperti keguguran.
Prosesnya dilakukan dengan menggunakan alat bernama kuret,
yang dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina untuk mengikis lapisan dinding
rahim.
Jaringan yang didapatkan dari hasil kuratase akan dianalisa
untuk menyelidiki apa yang menjadi penyebab masalah di rahim.
Pada wanita keguguran, pengikisan rahim dilakukan untuk
memastikan tidak ada sisa-sisa cabang bayi yang tertinggal. Meskipun cara ini
terbilang mengerikan dan 'kasar', tapi proses pengobatan ini cukup efektif dan
masih digunakan hingga detik ini.
2.Pengeboran Kepala
Proses pengobatan satu ini diduga merupakan prosedur
penyembuhan paling tua yang masih dipraktikkan hingga saat ini -- dengan metode
yang berbeda.
Pengeboran tengkorak atau yang dikenal dengan sebutan 'Burr
Holling', populer dipraktikkan pada zaman Hippocrates dan awal peradaban
Yunani.
Dahulunya orang-orang Yunani percaya bahwa sakit kepala
diakibatkan oleh adanya 'air' dalam jumlah besar di dalam kepala yang
menyebabkan adanya ketidakseimbangan fungsi tubuh.
Maka, dilakukanlah 'pengeboran' kepala untuk mengeluarkan
air tersebut. Dalam praktik kedokteran modern proses ini masih tetap digunakan
hanya saja dengan metode yang berbeda.
Sekarang praktik melubangi batok kepala dilakukan untuk
mengeluarkan sejumlah besar darah yang terjebak di tengkorak akibat trauma
parah atau kecelakaan.
3.Pembakaran Daging
Bagi para ahli bedah, pembakaran daging merupakan hal yang
sudah sering dilakukan. Membakar daging atau cautery, dilakukan untuk
menghentikan aliran darah pada bagian tubuh yang terluka.
Cautery dilakukan dengan menggunakan elektroda genggam yang
dialiri arus listrik, ditempelkan pada luka untuk menghancurkan lapisan
mikroskopis protein dan memastikan pembuluh darah tetap tertutup.
4.Memasang Tabung Melalui Otak
Tabung dimasukkan ke dalam bagian terdalam otak sebagai
proses pemulihan. Penyakit seperti penumpukan tekanan di dalam tengkorak atau
hidrosefalus.
Praktik ini tidak akan dilakukan dalam keadaan normal.
Biasanya, metode memasukkan tabung melalui otak merupakan cara terakhir yang
digunakan untuk menyelamatkan nyawa seseorang.
5.Memasang Tabung melalui Tenggorokan
Dulu, jika seseorang kesulitan bernafas akibat suatu benda
atau penyakit yang diderita, petugas medis akan memasukkan sebuah tabung ke
dalam tenggorokannya untuk membantunya kembali bernafas normal.
Memang terdengar mengerikan, membayangkan sebuah tabung
silinder dimasukkan secara paksa ke dalam saluran pernafasan Anda. Namun cara
tersebut terbukti efektif dan masih digunakan hingga saat sekarang.
6.Radiasi Pembusukan
Kanker merupakan penyakit dengan proses penyembuhan tersulit
di dunia. Biasanya penyakit mematikan tersebut dapat diobati dengan kemoterapi,
operasi, atau terapi radiasi (radiotherapy).
Radiotherapy adalah radiasi mematikan yang dipusatkan pada
titik penyakit. Sinar tersebut menyebabkan jaringan yang dibidik membusuk atau
hancur dengan sendirinya.
Menggunakan terapi radiasi ini memiliki efek samping, yaitu
dapat merusak organ lainnya jika dilakukan dengan tidak hati-hati.
7.Eksplorasi Rongga

Dengan berkembangnya teknologi medis, kini banyak alat yang
dapat digunakan untuk memeriksa kesehatan tubuh, seperti penggunaan CT scan dan
MRI.
Namun jika pemeriksaan menggunakan alat telah dilakukan dan
pasien tetap merasa ada yang salah dengan tubuhnya, maka operasi ekplorasi
rongga akan dilaksanakan.
Para dokter bedah akan membelah bagian tubuh dan melihat
secara manual bagian tubuh mana yang bermasalah.
8.Mencongkel Lutut
Bidang medis cenderung untuk melakukan banyak 'kekerasan'
terhadap bagian lutut seseorang. Salah satu contohnya dengan mencongkel bagian
tersebut menggunakan jarum besar.
Prosedur pengobatan bar-bar yang disebut 'intraosseous
cannulation', menggunakan jarum besar yang ditusukkan ke dalam lutut untuk
memberikan obat langsung ke sistem darah.
Metode pengobatan ini digunakan sebagai alternatif penyuntikan obat langsung ke pembuluh darah.
9.Menarik Paksa Sendi Ke Posisi Semula
Menarik paksa persendian untuk mengembalikannya ke dalam
posisi semula, merupakan cara tradisional pemulihan keseleo yang hingga saat
ini masih digunakan bahkan dalam bidang kedokteran.
Tulang digabungkan bersama di persendian oleh sistem ligamen
(jaringan elastis) rumit yang disokong oleh otot-otot.
Saat kecelakaan terjadi, persendian 'dipaksa' keluar dari
jaringan ligamen dan mungkin patah. Salah satu cara yang paling efektif untuk
menyelaraskan kembali persendian adalah dengan menarik paksa bagian tersebut.
10.Amputasi

Amputasi merupakan metode penyembuhan kuno bar-bar yang
masih digunakan hingga saat ini dalam bidang kedokteran.
Amputasi dilakukan untuk menyelamatkan bagian tubuh dengan
memotong bagian yang telah terinfeksi dan tidak bisa diselamatkan lagi.
Melakukan pemotongan anggota tubuh ini harus dengan pemetaan
tulang, sendi, saraf, dan pembuluh darah yang sempurna.
loading...
Post a Comment